Pengajar

Kondisi Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Secara umum tenaga Pendidik atau guru SMA Negeri 1 Cibinong sudah berkelayakan. Hal ini terlihat dari kesesuaian latar belakang pendidikan tinggi yang diperoleh guru dengan mata pelajaran yang menjadi kewajibannya dalam mengajar sehari-hari. Hanya masih ada beberapa orang guru yang tidak berkelayakan sebab latar belakang pendidikan tingginya tidak ada mata pelajaran aplikasinya di SMA sehingga untuk mengefektifkan tenaga mereka diberi tugas sesuai dengan kemampuannya atau keahliannya. Namun demikian, kemudian mereka diikutsertakan dalam penataran-penataran, pelatihan-pelatihan, MGMP, dan sebagainya sehingga merekapun terasah dari pengalamannya dalam pelaksanaan tugasnya.

Dari keseluruhanTenaga pendidik yang ada, 95 % guru telah melaksanakan tugas mengajarnya di SMA Negeri 1 Cibinong sesuai dengan disiplin ilmu yang menjadi basik jabatan gurunya.Tentunya hal ini menggambarkan telah banyak guru yang melaksanakan tugasnya yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Sementara dalam 2 tahun ini guru yang telah lulus dalam sertifikasi guru sejumlah 85%. Kesesuaian mengajar dan sertifikasi ini merupakan hal penting dalam menghasilkan pendidikan yang bermutu. Bagi guru yang masih belum berkesesuaian, karena mulanya adanya perubahan kurikulum, untuk meningkatkan kompetensinya selalu diikutkan dalam kegiatan In House Training( IHT) atau MGMP bagi kelompok mata pelajaran yang diampuh.

 

StatusKualifikasiJumlahProsentasi %
1.Tenaga Pendidik (Berdasarkan Kualifikasi) Magister (S2) 4 7,8
  Sarjana (S1) 44 86,3
  Sarjana Muda(D3/D2) 3 5,9
 Jumlah   53 100
2. Tenaga Pendidik(Berdasarkan Status) PNS 43 81,80
  G. Kontrak Pemda 1 1,80
  GTT 7 16,40
Jumlah   53 100
3.Tenaga kependidikan (Berdasarkan Kualifikasi) Magister (S2) 1 6,3
  Sarjana  (S1) 4 25
  Diploma II 1 6,3
  Diploma I 1 6,3
  SLTA 7 43,8
  SLTP 2 12,5
Jumlah   16 100
4. Tenaga Kependidik(Berdasarkan Status) PNS 3 18,8
  PTT 13 81,2
Jumlah   16 100

 

KUTIPAN PERMENDIKNAS NOMOR 16 TAHUN 2007 TANGGAL 4 MEI 2007

STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU

 

Kompetensi Inti Guru butir 20 untuk setiap guru mata pelajaran dijabarkan

sebagai berikut.

1. Kompetensi Guru mata pelajaran Pendidikan Agama pada SD/MI,

SMP/MTs, dan SMA/MA, SMK/MAK*

1.1 Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam

Menginterpretasikan materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu

yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Menganalisis materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang

relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

1.2 Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen

Menginterpretasikan materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu

yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.

Menganalisis materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang

relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.

 

1.3 Kompetensi Guru Pendidikan Agama Katolik

Menginterpretasikan materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu

yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik.

Menganalisis materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang

relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik.

1.4 Kompetensi Guru Pendidikan Agama Hindu

Menginterpretasikan materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu

yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu.

Menganalisis materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang

relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu.

1.5 Kompetensi Guru Pendidikan Agama Buddha

Menginterpretasikan materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu

yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Buddha.

Menganalisis materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang

relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Buddha.

1.6 Kompetensi Guru Pendidikan Agama Konghucu

Menginterpretasikan materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu

yang relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Konghucu.

Menganalisis materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang

relevan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Konghucu.

2. Kompetensi Guru mata pelajaran PKn pada SMP/MTs, SMA/MA,

SMK/MAK*

Memahami materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang

mendukung mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

Memahami substansi Pendidikan Kewarganegaraan yang meliputi

pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), nilai dan sikap

kewarganegaraan (civic disposition), dan ketrampilan kewarganegaraan

(civic skills).

Menunjukkan manfaat mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan.

3. Kompetensi Guru mata pelajaran Seni Budaya pada SD/MI, SMP/MTs,

dan SMA/MA, SMK/MAK*

Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan (mencakup

materi yang bersifat konsepsi, apresiasi, dan kreasi/rekreasi) yang

mendukung pelaksanaan pembelajaran seni budaya (seni rupa, musik,

tari, teater) dan keterampilan.

Menganalisis materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yang

relevan dengan pembelajaran Seni Budaya.

4. Kompetensi Guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan

Kesehatan pada SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA, SMK/MAK*

Menjelaskan dimensi filosofis pendidikan jasmani termasuk etika sebagai

aturan dan profesi.

Menjelaskan perspektif sejarah pendidikan jasmani.

Menjelaskan dimensi anatomi manusia, secara struktur dan fungsinya

Menjelaskan aspek kinesiologi dan kinerja fisik manusia.

Menjelaskan aspek fisiologis manusia dan efek dari kinerja latihan.

Menjelaskan aspek psikologi pada kinerja manusia, termasuk motivasi

dan tujuan, kecemasan dan stress, serta persepsi diri.

Menjelaskan aspek sosiologi dalam kinerja diri, termasuk dinamika sosial;

etika dan perilaku moral, dan budaya, suku, dan perbedaan jenis kelamin.

Menjelaskan teori perkembangan gerak, termasuk aspek-aspek yang

mempengaruhinya.

Menjelaskan teori belajar gerak, termasuk keterampilan dasar dan

kompleks dan hubungan timbal balik di antara domain kognitif, afektif dan

psikomotorik.

5. Kompetensi Guru mata pelajaran Matematika pada SMP/MTs, SMA/MA,

SMK/MAK*

Menggunakan bilangan, hubungan di antara bilangan, berbagai sistem

bilangan dan teori bilangan.

Menggunakan pengukuran dan penaksiran.

Menggunakan logika matematika.

Menggunakan konsep-konsep geometri.

Menggunakan konsep-konsep statistika dan peluang.

Menggunakan pola dan fungsi.

Menggunakan konsep-konsep aljabar.

Menggunakan konsep-konsep kalkulus dan geometri analitik.

Menggunakan konsep dan proses matematika diskrit.

Menggunakan trigonometri.

Menggunakan vektor dan matriks.

Menjelaskan sejarah dan filsafat matematika.

Mampu menggunakan alat peraga, alat ukur, alat hitung, piranti lunak

komputer, model matematika, dan model statistika.

 

6. Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada SMP/MTs,

SMA/MA, SMK/MAK*

Mengoperasikan komputer personal dan periferalnya.

Merakit, menginstalasi, men-setup, memelihara dan melacak serta

memecahkan masalah (troubleshooting) pada komputer personal.

Melakukan pemrograman komputer dengan salah satu bahasa

pemrograman berorientasi objek.

Mengolah kata (word processing) dengan komputer personal.

Mengolah lembar kerja (spreadsheet) dan grafik dengan komputer

personal.

Mengelola pangkalan data (data base) dengan komputer personal atau

komputer server.

Membuat presentasi interaktif yang memenuhi kaidah komunikasi visual

dan interpersonal.

Membuat media grafis dengan menggunakan perangkat lunak publikasi.

Membuat dan memelihara jaringan komputer (kabel dan nirkabel).

Membuat dan memelihara situs laman (web).

Menggunakan sarana telekomunikasi (telephone, mobilephone, faximile).

Membuat dan menggunakan media komunikasi, termasuk pemrosesan

gambar, audio dan video.

Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam disiplin atau

materi pembelajaran lain dan sebagai media komunikasi.

Mendesain dan mengelola lingkungan pembelajaran/sumber daya dengan

memperhatikan standar kesehatan dan keselamatan.

Mengoperasikan perangkat keras dan perangkat lunak pendukung

pembelajaran.

Memahami EULA (End User Licence Agreement) dan keterbatasan serta

keluasan penggunaan perangkat lunak secara legal.

7. Kompetensi Guru mata pelajaran IPA pada SMP/MTs

Memahami konsep-konsep, hukum-hukum, dan teori-teori IPA serta

penerapannya secara fleksibel.

Memahami proses berpikir IPA dalam mempelajari proses dan gejala alam

Menggunakan bahasa simbolik dalam mendeskripsikan proses dan gejala

alam.

Memahami hubungan antar berbagai cabang IPA, dan hubungan IPA

dengan matematika dan teknologi.

Bernalar secara kualitatif maupun kuantitatif tentang proses dan hukum

alam sederhana.

Menerapkan konsep, hukum, dan teori IPA untuk menjelaskan berbagai

fenomena alam.

Menjelaskan penerapan hukum-hukum IPA dalam teknologi terutama

yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami lingkup dan kedalaman IPA sekolah.

Kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan IPA.

Menguasai prinsip-prinsip dan teori-teori pengelolaan dan keselamatan

kerja/belajar di laboratorium IPA sekolah.

Menggunakan alat-alat ukur, alat peraga, alat hitung, dan piranti lunak

komputer untuk meningkatkan pembelajaran IPA di kelas, laboratorium.

Merancang eksperimen IPA untuk keperluan pembelajaran atau

penelitian

Melaksanakan eksperimen IPA dengan cara yang benar.

Memahami sejarah perkembangan IPA dan pikiran-pikiran yang

mendasari perkembangan tersebut.

8. Kompetensi Guru Mata pelajaran Biologi pada SMA/MA, SMK/MAK*

Memahami konsep-konsep, hukum-hukum, dan teori-teori biologi serta

penerapannya secara fleksibel.

Memahami proses berpikir biologi dalam mempelajari proses dan gejala

alam.

Menggunakan bahasa simbolik dalam mendeskripsikan proses dan gejala

alam/biologi.

Memahami struktur (termasuk hubungan fungsional antar konsep) ilmu

Biologi dan ilmu-ilmu lain yang terkait.

Bernalar secara kualitatif maupun kuantitatif tentang proses dan hukum

biologi.

Menerapkan konsep, hukum, dan teori fisika kimia dan matematika

untuk menjelaskan/mendeskripsikan fenomena biologi.

Menjelaskan penerapan hukum-hukum biologi dalam teknologi yang

terkait dengan biologi terutama yang dapat ditemukan dalam kehidupan

sehari-hari.

Memahami lingkup dan kedalaman biologi sekolah.

Kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan bidang ilmu

biologi dan ilmu-ilmu yang terkait.

Menguasai prinsip-prinsip dan teori-teori pengelolaan dan keselamatan

kerja/belajar di laboratorium biologi sekolah.

Menggunakan alat-alat ukur, alat peraga, alat hitung, dan piranti lunak

komputer untuk meningkatkan pembelajaran biologi di kelas, laboratorium

dan lapangan.

Merancang eksperiment biologi untuk keperluan pembelajaran atau

penelitian.

Melaksanakan eksperiment biologi dengan cara yang benar.

Memahami sejarah perkembangan IPA pada umumnya khusunya biologi

dan pikiran-pikiran yang mendasari perkembangan tersebut.

9. Kompetensi Guru mata pelajaran Fisika pada SMA/MA, SMK/MAK*

Memahami konsep-konsep, hukum-hukum, dan teori-teori fisika serta

penerapannya secara fleksibel.

Memahami proses berpikir fisika dalam mempelajari proses dan gejala

alam.

Menggunakan bahasa simbolik dalam mendeskripsikan proses dan gejala

alam.

Memahami struktur (termasuk hubungan fungsional antar konsep) ilmu

Fisika dan ilmu-ilmu lain yang terkait.

Bernalar secara kualitatif maupun kuantitatif tentang proses dan hukum

fisika.

Menerapkan konsep, hukum, dan teori fisika untuk menjelaskan fenomena

biologi, dan kimia.

Menjelaskan penerapan hukum-hukum fisika dalam teknologi terutama

yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami lingkup dan kedalaman fisika sekolah.

Kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan bidang ilmu

fisika dan ilmu-ilmu yang terkait.

Menguasai prinsip-prinsip dan teori-teori pengelolaan dan keselamatan

kerja/belajar di laboratorium fisika sekolah.

Menggunakan alat-alat ukur, alat peraga, alat hitung, dan piranti lunak

komputer untuk meningkatkan pembelajaran fisika di kelas, laboratorium,

dan lapangan.

Merancang eksperimen fisika untuk keperluan pembelajaran atau

penelitian.

Melaksanakan eksperimen fisika dengan cara yang benar.

Memahami sejarah perkembangan IPA pada umumnya khususnya fisika

dan pikiran-pikiran yang mendasari perkembangan tersebut.

10. Kompetensi Guru mata pelajaran Kimia pada SMA/MA, SMK/MAK*

Memahami konsep-konsep, hukum-hukum, dan teori-teori kimia yang

meliputi struktur, dinamika, energetika dan kinetika serta penerapannya

secara fleksibel.

Memahami proses berpikir kimia dalam mempelajari proses dan gejala

alam.

Menggunakan bahasa simbolik dalam mendeskripsikan proses dan gejala

alam/kimia.

Memahami struktur (termasuk hubungan fungsional antar konsep) ilmu

Kimia dan ilmu-ilmu lain yang terkait.

Bernalar secara kualitatif maupun kuantitatif tentang proses dan hukum

kimia.

Menerapkan konsep, hukum, dan teori fisika dan matematika untuk

menjelaskan/mendeskripsikan fenomena kimia.

Menjelaskan penerapan hukum-hukum kimia dalam teknologi yang terkait

dengan kimia terutama yang dapat ditemukan dalam kehidupan seharihari.

Memahami lingkup dan kedalaman kimia sekolah.

Kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan bidang ilmu

yang terkait dengan mata pelajaran kimia.

Menguasai prinsip-prinsip dan teori-teori pengelolaan dan keselamatan

kerja/belajar di laboratorium kimia sekolah.

Menggunakan alat-alat ukur, alat peraga, alat hitung, dan piranti lunak

komputer untuk meningkatkan pembelajaran kimia di kelas, laboratorium

dan lapangan.

Merancang eksperiment kimia untuk keperluan pembelajaran atau

penelitian.

Melaksanakan eksperiment kimia dengan cara yang benar.

Memahami sejarah perkembangan IPA pada umumnya khusunya kimia

dan pikiran-pikiran yang mendasari perkembangan tersebut.

11. Kompetensi Guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada

SMP/MTs

Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir mata pelajaran IPS

baik dalam lingkup lokal, nasional, maupun global.

Membedakan struktur keilmuan IPS dengan Ilmu-ilmu Sosial.

Menguasai konsep dan pola pikir keilmuan dalam bidang IPS.

Menunjukkan manfaat mata pelajaran IPS.

12. Kompetensi Guru mata pelajaran Ekonomi pada SMA/MA, SMK/MAK*

Memahami materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang

mendukung mata pelajaran Ekonomi.

Membedakan pendekatan-pendekatan Ekonomi.

Menunjukkan manfaat mata pelajaran Ekonomi.

13. Kompetensi Guru mata pelajaran Sosiologi pada SMA/MA, SMK/MAK*

Memahami materi, struktur, dan pola pikir keilmuan yang mendukung

mata pelajaran Sosiologi.

Memahami angkah-langkah kerja ilmuwan sosial.

Menunjukkan manfaat mata pelajaran Sosioligi.

14. Kompetensi Guru mata pelajaran Antropologi pada SMA/MA, SMK/MAK*

Memahami materi, struktur, dan konsep pola pikir keilmuan yang

mendukung mata pelajaran Antropologi.

Membedakan jenis-jenis Antropologi.

Menunjukkan manfaat mata pelajaran Antropologi.

15. Kompetensi Guru mata pelajaran Geogafi pada SMA/MA, SMK/MAK*

Menguasai hakikat struktur keilmuan, ruang lingkup, dan objek geografi.

Membedakan pendekatan-pendekatan geografi.

Menguasai materi geografi secara luas dan mendalam

Menunjukkan manfaat mata pelajaran geografi

16. Kompetensi Guru mata pelajaran Sejarah pada SMA/MA, SMK/MAK*

Menguasai hakikat struktur keilmuan, ruang lingkup, dan objek Sejarah.

Membedakan pendekatan-pendekatan Sejarah.

Menguasai materi Sejarah secara luas dan mendalam.

Menunjukkan manfaat mata pelajaran Sejarah.

17. Kompetensi Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia pada SMP/MTs,

SMA/MA, SMK/MAK*

Memahami konsep, teori, dan materi berbagai aliran linguistik yang

terkait dengan pengembangan materi pembelajaran bahasa.

Memahami hakekat bahasa dan pemerolehan bahasa.

Memahami kedudukan, fungsi, dan ragam bahasa Indonesia.

Menguasai kaidah bahasa Indonesia sebagai rujukan penggunaan

bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Memahami teori dan genre sastra Indonesia.

Mengapresiasi karya sastra secara reseptif dan produktif.

18. Kompetensi Guru mata pelajaran Bahasa Asing

18.1. Kompetensi Guru Bahasa Inggris pada SD/MI, SMP/MTs, dan

SMA/MA, SMK/MAK*

Memiliki pengetahuan tentang berbagai aspek kebahasaan dalam

bahasa Inggris (linguistik, wacana, sosiolinguistik, dan strategis).

Menguasai bahasa Inggris lisan dan tulis, reseptif dan produktif

dalam segala aspek komunikatifnya (linguistik, wacana,

sosiolinguistik, dan strategis).

18.2. Kompetensi Guru Bahasa Arab pada SMA/MA, SMK/MAK*

Memiliki pengetahuan tentang berbagai aspek kebahasaan dalam

bahasa Arab (linguistik, wacana, sosiolinguistik, dan strategis).

Menguasai bahasa Arab lisan dan tulis, reseptif dan produktif

dalam segala aspek komunikatifnya (linguistik, wacana,

sosiolinguistik, dan strategis).

18.3. Kompetensi Guru Bahasa Jerman pada SMA/MA, SMK/MAK*

Memiliki pengetahuan tentang berbagai aspek kebahasaan dalam

bahasa Jerman (linguistik, wacana, sosiolinguistik, dan strategis).

Menguasai bahasa Jerman lisan dan tulis, reseptif dan produktif

dalam segala aspek komunikatifnya (linguistik, wacana,

sosiolinguistik, dan strategis).

18.4. Kompetensi Guru Bahasa Perancis pada SMA/MA, SMK/MAK*

Memiliki pengetahuan tentang berbagai aspek kebahasaan dalam

bahasa Perancis (linguistik, wacana, sosiolinguistik, dan strategis).

Menguasai bahasa Perancis lisan dan tulis, reseptif dan produktif

dalam segala aspek komunikatifnya (linguistik, wacana,

sosiolinguistik, dan strategis).

18.5. Kompetensi Guru Bahasa Jepang pada SMA/MA, SMK/MAK*

Memiliki pengetahuan tentang berbagai aspek kebahasaan dalam

bahasa Jepang (linguistik, wacana, sosiolinguistik, dan strategis).

Menguasai bahasa Jepang lisan dan tulis, reseptif dan produktif

dalam segala aspek komunikatifnya (linguistik, wacana,

sosiolinguistik, dan strategis).

18.6. Kompetensi Guru Bahasa Mandarin pada SMA/MA, SMK/MAK*

Memiliki pengetahuan tentang berbagai aspek kebahasaan dalam

bahasa Mandarin (linguistik, wacana, sosiolinguistik, dan strategis).

Menguasai bahasa Mandarin lisan dan tulis, reseptif dan produktif

dalam segala aspek komunikatifnya (linguistik, wacana,

sosiolinguistik, dan strategis).

 

 

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL